Romantisisme

Romantisisme lahir dari rahim filsafat, sebagai satu ekspresi kebosanan (lebih tepatnya : perlawanan) atas situasi kehidupan Eropa sekitar abad 18 yang "dirasa" terlalu materialistis (berorientasi kebendaan). Dimana kehidupan saat itu "seolah" hanya berputar soal uang, jabatan, karir, atau pun kekayaan.

Sebagian orang (terutama generasi muda) kemudian merasa memiliki semacam hasrat kerinduan pada sesuatu yang jauh : serupa Cinta, Keindahan, Impian atau Tuhan misalnya. Mereka mencoba menjelajahi kembali sisi-sisi terdalam dari dirinya, menembus batas-batas material, menuju satu dunia tempat dimana segala makna, cinta dan keindahan bermula. 

Gerakan ini di mulai dengan kemunculan berbagai macam karya sastra bertema romantik, baik puisi, sajak maupun novel. Deep feeling, Darkness, Fantasi Gila dan Utopia adalah ciri utama dari kesusastraan Romantisis.

Belakangan, sejarah seperti terulang kembali, generasi hari ini seolah dikutuk oleh nasib yang sama. Orang-orang mulai menulis puisi, sajak, bahkan kata-kata bijak di status, dan beranda media sosial. Hanya saja yang muncul hari ini bukan lagi Romantisisme sebagaimana yang terjadi pada abad delapan belas, melainkan bentuk romantisisme yang berbeda : yang sedikit cengeng, rapuh, ringkih dan payah. Romantisisme gaya baru ini kemudian lebih sering kita sebut sebagai Lebay. Biar sedikit keren kita selipkan kata isme dibelakangnya, menjadi Lebayisme. 

Berikut adalah sebuah pesan yang saya kirimkan pada seorang perempuan.



"Konon, teratai putih adalah tempat bersemayamnya Dewa Wishnu. Ia digambarkan dalam posisi setengah berbaring dengan satu tangan yang digunakan untuk menopang kepala (dan tangannya ada banyak), teratai itu terapung di sebuah telaga yang luas. Dari tempat itulah ia mengatur segala yang terjadi di dunia. Dalam kebudayaan yang berbeda, teratai putih seringkali dijadikan sebagai simbol dari persatuan (atau kalo boleh kita katakan : perdamaian), bentuk daunnya yang melingkar dan bergerigi diibaratkan serupa rantai, yang mengikat berbagai kelompok dan golongan dalam semangat kesetaraan, pada hak, kewajiban, pada nasib dan takdir yang sama. Tapi, di luar itu semua, aa cuman ngerasa ini bunga yang sungguh indah 😂 Maka, ku persembahkan foto teratai yang indah ini, untukmu. 😁." 

Dan jika kawan-kawan bertanya, tulisanku ini masuk ke golongan yang mana, aku mungkin akan menjawab : Romantisisme Modern. 

Komentar

Posting Komentar